Jangan Menghubungi Mantan Karena 4 Hal Ini

Kamu memiliki sebuah cerita yang sudah lama kandas di tengah jalan? Lalu bagaimana hubunganmu dengannya sekarang. Jika masih berjalan normal, dan tak ada kecacatan dalam pertemanan kalian, berarti kamu bisa membangun komunikasi yang baik. Akan tetapi jika hubunganmu sampai sekarang masih berantakan, tentu ada yang salah dalam diri kalian.

Jangan Menghubungi Mantan Karena 4 Hal Ini

Mengendalikan perasaan kepada mantan, setelah mantan melukai hati secara bertubi-tubi memang agak susah. Apalagi jika dia datang secara tiba-tiba lalu ingin membahas hal-hal yang tak sepantasnya di bahas. Bukannya menjadi baik, malah membuat mood kembali buruk. Oleh karenanya perlu banget sebuah pelajaran agar kamu dan mantan tak terus bernostalgia dalam kenangan yang memlikan. Untuk itu, sebaiknya jangan menghubungi mantan lantaran beberapa hal ini.

Menghubungi Kembali, Setelah Sekian Lama Menghilang

Jika kamu tiba-tiba menghubunginya setelah beberapa waktu menghilang begitu saja, tentu mantanmu memiliki praduga yang banyak. Mungkin mantan menyangka bahwa kamu ingin mengatakan suatu hal yang sangat penting, sembari mengakui kesalahan dan ingin memperbaikinya. Atau malah ingin modus kembali. Namun semua itu kamu lakukan akan lebih baik jika setelah putus secara rutin berkomunikasi. Karena jika suatu saat nanti kamu membutuhkan tak kelihatan bahwa kamu sangat memanfaatkan kehadirannya.

Menghubungi Mantan Lantaran Harta Gono-Gini

Menghubungi mantan lantaran ingin mengungkit-ngungkit semua yang kamu berikan kepadanya adalah hal yang memalukan. Dalam hubungan memang sering ada saling memberi atau menukar barang, terlebih waktu anniversary. Jika hal itu terjadi pada masa lalu alangkah baiknya kamu lupakan saja. Karena mengungkitnya kembali mencerminkan bahwa kamu hubunganmu dari dahulu hingga sekarang memang kekanakan. Ikhlaskan saja.

Menghubungi Mantan Lantaran Ingin Membuktikan Bahwa Ia Tak Lebih Bahagia Dari Saat Bersamamu

Sebagai orang yang dulunya sangat dekat, mempunyai hubungan, terikat ikatan, pastinya sedikit banyak kamu memiliki rasa penasaran yang sesekali muncul. Apakah hidupnya jadi lebih baik? Apakah dengan pacarnya yang sekarang jauh lebih bahagia dari kamu dahulu? Semua pertanyaan itu wajar. Akan tetapi akan sangat tidak wajar jika kamu menanyakan untuk sekedar ngetes sambil membandingakn dengan kehidupan dahulu saat masih bersamamu.

Menjawab Pesan dengan Singkat Agar Sok Terlihat Menghindar

Saat mantanmu menghubungimu, jawablah sebagaimana mestinya. Tak usah perlu membalasnya dengan singkat, agar kamu terlihat acuh padanya. Yang dahulu biarlah berlalu, sekarang adalah berteman dengan nyaman dan tenteram. Bukankah hubunganmu sudah berakhir? Walaupun kamu beralasan untuk menutup peluang mantan ingin balikan denganmu, namun percayalah cara tersebut sangat norak dilakukan.

Kepribadian Berdasarkan Kebiasaan Makan Kamu

Dari sekian banyak cara yang bisa dipakai untuk melihat kepribadian orang, ada satu lagi nih yang pengin Nyunyu kenalin ke kamu. Yoi, kamu bisa lihat kepribadian orang berdasarkan kebiasaan makannya. Berguna banget nih kalau lagi pedekate. Biasanya kan abege-abege yang lagi pedekate itu nonton terus makan bareng. Kebetulan tuh, bisa kamu pakai untuk merhatiin si gebetan. Biar kamu bisa nebak-nebak gimana kepribadian si gebetan. Mari, langsung aja kita telusuri.

1. The Slow Eater

Kepribadian Berdasarkan Kebiasaan Makan KamuAlias yang makannya selaw banget. Nyunyu punya nih temen yang kayak gini, kamu juga pasti punya deh. Ketika kamu dan teman-teman semeja udah selesai makan, dia baru aja selesai makan setengah dari porsinya. Padahal porsi yang dipesen juga setengah dari porsi normal. Eh, tapi ini nggak berarti buruk juga. Orang yang makannya lambat biasanya adalah orang yang suka memegang kendali dan juga tahu gimana mengapresiasi hidup. Mereka juga biasanya pede dan konsisten.

Buat yang punya kebiasaan makan kayak gini, nggak usah minder. Orang-orang yang makan lambat biasanya lebih puas dan senang dengan makanannya dan juga mengurangi asupan energi yang dibutuhkan.

2. The Fast Eater

Kebalikannya, ada juga orang yang makannya cepet banget kayak lagi dikejar deadline. Kadang kalau ngeliat orang yang tipe ini lagi makan rasanya pengen ngasih surat tilang, soalnya yang lihat pun ikutan merasa begah. Orang yang makannya cepet banget gini biasanya nggak sabaran. Tapi mereka juga ambisius, berorientasi sama tujuan, dan terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru. Nggak ada yang salah dengan cara makan kayak gini, tapi kalau kamu makan terlalu cepat, ada beberapa risiko buat kesehatan kamu, misalnya berat badan gampang bertambah. Mungkin karena makannya cepet, jadi sambil nunggu teman yang lain selesai makan akhirnya nunggu sambil pesen menu lain.

3. The Adventurer

Sesuai namanya, tipe pemakan ini punya kepribadian yang penuh petualangan. Dia suka mencoba hal-hal yang baru, entah itu makanan, atau hal lain dalam hidupnya. Kalau kamu termasuk tipe ini berarti kamu termasuk orang yang nggak takut mencoba sesuatu yang baru, termasuk hal-hal di luar comfort zone kamu. Kalau kamu menikmati jadi pemakan tipe ini, yaudah nikmati aja!!!The Adventurer eating
Tapi jangan paksa orang lain untuk ikutan dengan cara kamu. Soalnya nggak semua orang itu punya jiwa petualang kayak kamu. Misalnya, “Lo harus coba yang namanya tempura kalajengking! Itu enak bangeeeeet!” Jangan, yah.

Bukan cuma soal makanan, biasanya kebiasaan ini juga bisa ditemuin di aspek lain. Ini termasuk ke food neophobia alias nggak mau coba jenis makanan baru. Riset soal food neophobia ini menemukan bahwa ini ada hubungannya dengan beberapa aspek kepribadian. Misalnya suka cari sensasi dan neuroticism. Setelah Nyunyu tanya ke Google, ternyata neuroticism ini ciri dasar kepribadian yang ditandai sama rasa cemas, takut, iri, cemburu, kesepian, dan moody. Nggak selalu kayak gitu sih, tapi coba pikirin lagi, siapa tahu bener. Atau emang suka aja ngeribetin si waiter. Jangan gitu yah

Sumber: Huffington Post